Sabtu, 01 Desember 2012

KOTA PASIR PENGARAIAN YANG INDAH

Pasir Pengaraian adalah sebuah Kota kecil yang berada di Provinsi Riau.Kota ini juga merupakan Ibukota dari Kabupaten Rokan hulu.
Di kota kecil inilah diriku di besarkan(hehehe),walaupun sebenernya aku lahir di Kota Pekanbaru.Disini aku mulai kehidupan kecil ku dari TK di TK Dharma Wanita Pasir Pengaraian,SDN 003 Rambah,SLTPN 1 Rambah N SMAN Unggulan Rokan Hulu.Dan sekarang aku Kuliah di Universitas Riau Pekanbaru Program Studi Manajemen Informatika FMIPA.

Dan inilah Foto-foto Kota Pasir Pengaraian yang indah banget..

Check this out.... C'MON :


Sungai Batang Lubuh Pasir Pengaraian



Batang Lubuh Lagi...


Batang Lubuh Lagi dan Lagi... Hehe


Pasar senen Pasir Pengaraian



Becak merupakan sarana transportasi warga Pasir Pengaraian


Sudut Kota


Tower TVRI n XL di Sudut Kota

Langit sore di atas Taman Kota


Langit Sore yang indah





BPAB TRCK Hanya Mampu Layani 7-12 Tangki Per Harinya

RohulNews-(Pasirpengaraian),- Permintaan warga untuk kebutuhan air bersih ke Badan Pengelolaan Air Bersih (BPAB) Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (TRCK) Rokan Hulu (Rohul) sejak terjadinya kemarau dalam dua pekan ini meningkat tajam. Namun, karena di kawasan Pasir Pengaraian hanya memiliki 2 armada truk air, hanya mampu melayani kebutuan 7 hingga 12 tangki air bersih setiap harinya,karena armada per harinya.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Air Bersih dan Sanitasi Dinas TRCK Rokan Hulu, Drs Jondri Alfian didampingi pegawai BPAB Dinas TRCK di Pasir Pengaraian, Hendra, Jumat (8/6/2012) menegaskan, setiap harinya 30 hingga 40 warga yang menelepon meminta diantar air bersih, namun karena kondisi armada yang suadah tua, maka hanya bisa melayani paling banyak bisa layani 12 tangki per harinya.

"Memang sejak dua pekan ini, banyak permintaan masyarakat untuk kebutuhan air bersih. Dan banyak permintaan warga di kawasan Kelurahan Pasir Pengaraian, Km 6 Desa Sukamaju Kecamatan Rambah hingga kawasan Kecamatan Rambah Samo. Namun karena kurangnya armada kita, maka baru bisa melayani 7 tangki hingga paling banyak 12 tangki per armadanya, itupun bila kondisi mobil saat itu baik,"ungkap Jondri.

Saat ini, pengelolaan air bersih diRokan Hulu dikelola BPAB untuk 3 tempat. Kini memiliki 6 armada pengangkut air bersiih. Seperti di Pasir Pengaraian memiliki 2 armada tangki, di Dalu-dalu Kecamatan Tambusai 1 unit dan Ujung Batu 2 unit serta di Tandun 1 unit. Untuk 1 tangki air bersih, berisi 5.000 liter air, dan untuk harga air bersih yang diantar mulai dari Rp100 ribu hingga Rp150.000.

"Air bersih di kawasan Pasir Pengaraian yang diantar langsung ke rumah warga dikenakan Rp100 ribu per tangki ukuran 5.000 liter, sedangkan untuk wilayah Rambah Samo (luar kota) 1 tangkinya seharga Rp150 ribu per tangki, dan di kawasan Rambah Hilir Rp130 ribu per tangkinya. Biaya yang dikenakan tersebut, sesuai penetapan tarif dimana uang tersebut disetorkan ke bendahara di BPAB,"kata Jondri.

Bukan hanya BPAB wilayah Pasir Pengaraian yang banyak menerima permintaan air bersih, untuk sejumlah wilayah lainnya seperti di Dalu-dalu, Ujung Batu maupun Tandun, juga terjadi peningkatan permintaan air bersih.

"Air bersih yang mereka beli, untuk kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK) saja. Sedangkan, untuk kebutuhan air minum, biasanya warga membeli air kemasan isi ulang. Dimana air bersih yang kita antar sesuai permintaan, ditampung warga biasanya di sumur mereka yang kering dan untuk 4 hingga sepekan kebutuhan MCK, setelah habis mereka biasanya pesan lagi ke kita,"jelas Kasi Air Bersih dan Sanitasi.**(dhel/vin*)

21 Desember Batas Pencairan Anggaran Tahun 2012

RohulNews-(Pasirpengaraian), Proses pencairan kegiatan yang tertuang di dalam APBD Perubahan Rokan Hulu (Rohul) tahun 2012, saat ini tinggal beberapa pekan lagi. Bahkan tanggal 21 Desember 2012 merupakan batas akhir pencairan seluruh anggaran dan kegiatan.

Dengan waktu singkat tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda), Ir Damri medesak, agar masing-masing Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, segera menyerahkan RKA (Rencana Kerja Anggaran) serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) satker terkait.

Hal itu dilakukan, rangka percepatan proses pencairan anggaran kegiatan di APBD Perubahan 2012 yang dikejar waktu hingga akhir tahun ini. Dam bila RKA dan DPA SKPD sudah diserahkan dan diteken, maka seluruh SKPD sudah

bisa memproses pencairan anggaran kegiatan yang tertuang didalam APBD Perubahan 2012. Sehingga cepat dan lambatnya pencarian, tergantung Satkernya.

"Kita harapkan, agar secepatnya SKPD menyerahkan RKA serta DPA, bila perlu SKPD lembur 24 jam karena batas akhir pencairan anggaran paling lambat 21 Desember mendatang," tegas Sekda Damri , Rabu (21/11/2012) kemarin.

Sekda yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menjelaskan lagi,dimasing-masing SKPD agar segera melaksanakan program kegiatan sesuai yang tertuang dalam APBD Perubahan 2012. Namun pelaksanaanya harus disesuaikan aturan yang ada.

"SKPD yang belum melaksanakan kegiatan, agar segera memprosesnya. Sehingga kegiatan dapat dilaksanakan tepat waktu, apalagi saat ini curah hujan dan ganguan alam lainnya harus diperhitungkan terutama dalam pelaksanaan kegiatan," jelasnya

"Mari jaga performen dan pencitraan pemerintah terutama dari aspek hukum.Itu dapat dilakukan dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Ini kepercayaan masyarakat, bila demikian apapun kebijakan yang dilaksanakan Pemkab akan dapat dukungan dari masyarakat," ucap Sekda.**(dhel/vin*)

Kembali, Tujuh Desa di Rohul Terima Bantuan PPIP

RohulNews-(Pasirpengaraian), Dari bantuan Pemerintah Pusat melalui dana APBN Perubahan 2012, tujuh desa di Kabupaten Rokan Hulu menerima bantuan dari Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) guliran dari Menteri Pekerjaan Umum RI.

Bantuan PPIP adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti infrastruktur sarana transportasi, sarana pertanian, kebutuhan air bersih dan sanitasi. Pembangunan yang diinginkan masyarakat langsung direncanakan masyarakat desa melalui organisasi masyarakat setempat (OMS) yang dibentuk masyarakat sendiri.

Menurut Kepala Satker Pembangunan Infrastruktur Pedesaan yang juga Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Rokan Hulu, Zulkarnain ST MT, program ini mulai dari proses awal sampai administrasi dilakukan masyarakat.

"Kita berharap kegiatan selesai tepat waktu, tepat sasaran, dan transparansi dan jangan lupa perhatikan mutu, kualitas kerja yang baik," harapnya, Senin (26/11/2012).

Melalui program ini, setiap desa yang menerima dana PPIP sebesar Rp250 juta. Dananya sendiri ditransfer langsung dari pusat ke rekening OMS setempat.

Pemerintah Kabupaten melalui APBD Rokan Hulu 2012, lanjut Zulkarnain, juga meng-alokasikan dana untuk PPIP di 12 desa. Perencanaan pembangunan dari hasil musyawarah desa. Program pembangunan ini sendiri baru dilaksanakan pasca dana APBN masuk ke rekening OMS.

Sementara, katanya kegiatan yang dilakukan kontraktor, sistemnya bekerja dahulu baru dibayar.

"PPIP merupakan program yang luar biasa, sebab bisa menutup celah desa-desa yang tidak tersentuh APBD. Sekarang ini, desa yang menikmati PPIP di Rokan Hulu yang bersumber dari APBN baru 30 persen," jelasnya.

"Kita berharap, kedepan desa yang minim kebutuhan dasar infrastruktur juga mendapatkan bantuan PPIP," harapnya lagi.

PPIP merupakan bagian dari bantuan PNPM Mandiri di bawah naungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU dalam menanggulangan kemiskinan di pedesaan melalui peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan infrastruktur dasar.

PPIP sendiri telah berhasil memberikan kemudahan akses masyarakat miskin terhadap infrastruktur perdesaan dan secara tidak langsung telah meningkatkan kegiatan perekonomian di perdesaan.

Semua pelaku yang terkait program ini, katanya mesti paham pada prinsip keterbukaan dan mempertanggung-jawabkan sesuai dengan fakta integritas yang telah ditandatangani bersama saat Sosialisasi beberapawaktu lalu.

"Proses perencanaan dan penganggaran kegiatan harus melibatkan masyarakat setempat dan harus menerima setiap masukan dari masyarakat, sebab masyarakat yang lebih tahu apa yang menjadi kebutuhan utama di desanya," katanya.

Dia menegaskan lagi, agar perangkat desa mengawal seluruh tahapan program dan mendorong keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utamanya.

Dia berharap lagi bantuan ini realisasi sesuai aturan dan ketentuan dengan mengutamakan kualitas. Peningkatan sarana dan prasarana desa dari program PPIP juga harus dilakukan selektif dan seksama, sehingga tepat sasaran dan dimanfaatkan optimal.**(ach/vin*)

Jumat, 30 November 2012

'Potang Balimau Cono' Simbol Membersihkan Diri



rohulnews.com - 2012-07-22 20:15:58
'Potang Balimau Cono' Simbol Membersihkan Diri

Ket Foto :Wabup Hafith Syukri, saat mengikuti tradisi adat Potang Balimau Cano di Gedung LKA Ujungbatu.

RohulNews-(Ujungbatu), "Potang Balimau Cono" merupakan tradisi adat tahunan masyarakat Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu. Tradisi adat itu biasa digelar menjelang Ramadhan sebagai simbol membersihkan diri dari segala kekurangan dan dosa-dosa sebelum memasuki bulan puasa.

Potang Balimau Cono, menyambut Ramadhan 1433 Hijriah, Jumat (20/7/2012), digelar di Gedung Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Kecamatan Ujungbatu, dihadiri seluruh pengurus LKA Ujungbatu dan ratusan masyarakat setempat.

Tradisi adat itu turut dihadiri Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir H Hafith Syukri MM, sejumlah kepala satuan kerja, dan para Upika Ujungbatu.

Pada kesempatannya, Ketua LKA Ujungbatu, H A Hakam bergelar Datuk Bendahara, mengatakan Tradisi adat Potang Balimau Cono dimaksudkan sebagai simbol untuk membersihkan diri memasuki bulan puasa.

Menurutnya, bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, sesuai janji Allah SWT kepada umatnya. Sebab itu, agar tradisi peninggalan leluhur lestari, kegiatan dilakukan setiap menjelang puasa.

"Kita berharap kegiatan ditingkatkan untuk acara di masa yang akan datang," paparnya.

Masih di tempat sama, Wabup Hafith Syukri mengaku bangga kepada masyarakat Ujungbatu. Sebab secara rutin dapat menjaga tradisi Potang Balimau Cono.

"Saya berharap tradisi ini terus dipertahankan, sebab memang patut dipelihara dan dikembangkan," sarannya.

Ia menghimbau, seluruh elemen masyarakat menjaga tradisi warisan leluhur ini agar terus lestari. Disamping acara tradisi Potang Balimau Cono, diharapkan ditambah dengan kegiatan-kegiatan lain.

"Agar kegiatan semarak dan meriah, bisa saja ditambah kegiatan lain, seperti penampilan kesenian tradisional," sarannya.**(ach/pis*)

Pertahankan Budaya Asli, Kesenian Kalinco Kubu Manggis Libatkan Pemuda



rohulnews.com - 2012-11-11 13:38:25
Pertahankan Budaya Asli, Kesenian Kalinco Kubu Manggis Libatkan Pemuda

Ket Foto :Anggota Kesenian Kalinco makan bersama. Kegiatan rutin ini sebagai ajang silaturahmi sesama anggota dalam mempertahankan budaya asli Rohul.

RohulNews-(Pasirpengaraian), Sejak didirikan 2002 silam, eksistensi group kesenian Kalinco di Kubu Manggis Desa Rambah Tengah Utara Kecamatan Rambah terus kembangkan kesenian asli daerah di Kabupaten Rokan Hulu.

Berbagai salah satu kesenian asli daerah dikembangkan group ini, seperti mulai kesenian godang borong, pencak silat, zikir berudah, tari tradisional, rebana, dan bakoba, dengan melibatkan 85 persen pemuda sebagai pelaku seni.

Dituturkan Ketua group Kalinco, Amrizal MZ, di sela-sela silaturahmi dengan hampir 40 pelaku seni yang notabene anggota groupnya, mengaku akan terus berbenah dan melakukan pembinaan bagaimana keberadaan group kalinco bisa terus berkembang dan mempertahankan adat budaya alsi Rokan Hulu.

"Makan bersama malam ini sebagai ajang silaturahmi anggota dan sering kita lakukan. Kita berusaha bagaimana keberadaan group ini bisa tetap eksis dan tidak hilang akibat pengaruh budaya asing yang kini merambah dunia remaja," jelas Am, sapaan Amrizal, Sabtu malam kemarin (10/11/2012).

Dengan melibatkan pemuda, Amrizal diharapkan regenerasi pemuda yang peduli terhadap budaya asli Rokan Hulu terus dapat dipertahankan. Dengan semakin canggihnya zaman dan pengaruh budaya barat melalui TV maupun internet, mau tidak mau pasti budaya perlahan ditindas dan akan ditinggalkan pemuda.

"Pembinaan secara rutin dan terus menerus ini, maka budaya yang kita ajarkan ke pemuda bisa terus berkembang. Untuk mempertahankan budaya ini, kita melakukan kalaborasi seni, hal ini membutuhkan pembinaan ekstra," tuturnya.

Group Kalinco, seperti Gondang Barogong, keberadaannya sudah dikenal di kalangan masyarakat Rokan Hulu, khususnya di Kecamatan Rambah. Group ini sering dipanggil pada hajatan seperti pesta pernikahaan dan kegiatan Budaya.

Group ini juga sering mengikuti festival budaya baik ditingkat Rokan Hulu maupun Riau. Bahkan seperti pencak silat Kalinco, menyabet juara 3 dan bakoba juara 2 difestival budaya tingkat Rokan Hulu yang digelar Dinas Pariwisata dan kebudayaan Rokan Hulu baru-baru ini.

"Walau pun menggunakan dana swadaya, tapi kita terus berupaya pertahankan budaya asli Rokan Hulu."

"Melalui group Kalinco ini, bagaimana kedepan ada perhatian besar dari Pemkab Rokan Hulu untuk membantu peralatan yang kita butuhkan, sehingga kesenian berkembang. Kita masih membutuhkan dukungan besar dari pemerintah," harapnya.**(dhel/pis*)

Panen Ikan di Lubuk Larangan Muara Ingu Padat Pengunjung



rohulnews.com - 2012-07-19 16:43:41
Panen Ikan di Lubuk Larangan Muara Ingu Padat Pengunjung

Ket Foto :Bupati Achmad ikut panen Ikan di Sungai Rantau Larangan, Dusun Muara Ingu, Desa Cipang Kiri Hilir, Rokan IV Koto.

RohulNews-(RokanIVKoto), Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad M.Si, ikut panen ikan di Sungai Rantau Larangan atau Lubuk Karangan, di Dusun Muara Ingu, Desa Cipang Kiri Hilir, Kecamatan Rokan IV Koto.

Prosesi pembukaan panen ikan di Lubuk Larangan merupakan acara adat turun temurun masyarakat setempat. Pembukaan dimulai dengan acara ritual tokoh ada setempat dan berlangsung meriah dan disambut antusias ribuan warga Rokan IV Koto dan sekitarnya.

Bupati Achmad, bersama wakilnya Ir H Hafith Syukri MM, dan sejumlah kepala satuan kerja, Forkompinda Rokan Hulu, Upika setempat, dan masyarakat, mengikuti prosesi ritual adat untuk pelepasan Lubuk Larangan, sebelum turun ke sungai.

Pelepasan Lubuk Larangan di sambut antusias ribuan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru di Rokan Hulu. Bupati Achmad mengatakan, prosesi pelepasan Lubuk Larangan merupakan salahsatu tradisi adat di Rokan Hulu, untuk itu hal itu harus dilestarikan.

"Acara adat seperti ini cukup berpotensi sebagai objek wisata unggulan di Kabupaten Rokan Hulu, sebab itu tradisi ini akan kita promosikan melalui media massa," paparnya.

Tokoh masyarakat setempat, Ismail, mengaku, pelepasan Lubuk Larangan, telah dilakukan rutin sejak 10 tahun silam. Para pengunjung dikenai biaya sebesar Rp100 ribu per orang, dan dananya akan dipergunakan untuk pembangunan masjid setempat.

Untuk menjamin kelestarian Lubuk Larangan agar tidak terjamah manusia, para pemuka adat setempat konon menggunakan mistis untuk melindungi lubuk tersebut, sehingga tidak masyarakat yang mengambil ikan. Konon lagi, bagi yang berani mengambil tanpa izin akan mendapatkan kutukan, seperti perut membusung, dan itu sudah pernah terjadi.

Sayangnya, karena akses jalan ke lokasi Lubuk Larangan masih belum memadai dan terbilang ekstrem, belum banyak masyarakat melihat prosesi adat tersebut di Rokan IV Koto. Pemerintah diharapkan dapat memecahkan persoalan itu, sehingga objek wisata Lubuk Larangan menjadi salahsatu objek wisata unggulan di Provinsi Riau.**(ach/pis*)