Jumat, 30 November 2012

Panen Ikan di Lubuk Larangan Muara Ingu Padat Pengunjung



rohulnews.com - 2012-07-19 16:43:41
Panen Ikan di Lubuk Larangan Muara Ingu Padat Pengunjung

Ket Foto :Bupati Achmad ikut panen Ikan di Sungai Rantau Larangan, Dusun Muara Ingu, Desa Cipang Kiri Hilir, Rokan IV Koto.

RohulNews-(RokanIVKoto), Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad M.Si, ikut panen ikan di Sungai Rantau Larangan atau Lubuk Karangan, di Dusun Muara Ingu, Desa Cipang Kiri Hilir, Kecamatan Rokan IV Koto.

Prosesi pembukaan panen ikan di Lubuk Larangan merupakan acara adat turun temurun masyarakat setempat. Pembukaan dimulai dengan acara ritual tokoh ada setempat dan berlangsung meriah dan disambut antusias ribuan warga Rokan IV Koto dan sekitarnya.

Bupati Achmad, bersama wakilnya Ir H Hafith Syukri MM, dan sejumlah kepala satuan kerja, Forkompinda Rokan Hulu, Upika setempat, dan masyarakat, mengikuti prosesi ritual adat untuk pelepasan Lubuk Larangan, sebelum turun ke sungai.

Pelepasan Lubuk Larangan di sambut antusias ribuan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru di Rokan Hulu. Bupati Achmad mengatakan, prosesi pelepasan Lubuk Larangan merupakan salahsatu tradisi adat di Rokan Hulu, untuk itu hal itu harus dilestarikan.

"Acara adat seperti ini cukup berpotensi sebagai objek wisata unggulan di Kabupaten Rokan Hulu, sebab itu tradisi ini akan kita promosikan melalui media massa," paparnya.

Tokoh masyarakat setempat, Ismail, mengaku, pelepasan Lubuk Larangan, telah dilakukan rutin sejak 10 tahun silam. Para pengunjung dikenai biaya sebesar Rp100 ribu per orang, dan dananya akan dipergunakan untuk pembangunan masjid setempat.

Untuk menjamin kelestarian Lubuk Larangan agar tidak terjamah manusia, para pemuka adat setempat konon menggunakan mistis untuk melindungi lubuk tersebut, sehingga tidak masyarakat yang mengambil ikan. Konon lagi, bagi yang berani mengambil tanpa izin akan mendapatkan kutukan, seperti perut membusung, dan itu sudah pernah terjadi.

Sayangnya, karena akses jalan ke lokasi Lubuk Larangan masih belum memadai dan terbilang ekstrem, belum banyak masyarakat melihat prosesi adat tersebut di Rokan IV Koto. Pemerintah diharapkan dapat memecahkan persoalan itu, sehingga objek wisata Lubuk Larangan menjadi salahsatu objek wisata unggulan di Provinsi Riau.**(ach/pis*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar