RohulNews-(Pasirpengaraian),- Permintaan warga untuk kebutuhan
air bersih ke Badan Pengelolaan Air Bersih (BPAB) Dinas Tata Ruang dan
Cipta Karya (TRCK) Rokan Hulu (Rohul) sejak terjadinya kemarau dalam dua
pekan ini meningkat tajam. Namun, karena di kawasan Pasir Pengaraian
hanya memiliki 2 armada truk air, hanya mampu melayani kebutuan 7 hingga
12 tangki air bersih setiap harinya,karena armada per harinya.
Menurut Kepala Seksi (Kasi) Air Bersih dan Sanitasi Dinas TRCK Rokan
Hulu, Drs Jondri Alfian didampingi pegawai BPAB Dinas TRCK di Pasir
Pengaraian, Hendra, Jumat (8/6/2012) menegaskan, setiap harinya 30
hingga 40 warga yang menelepon meminta diantar air bersih, namun karena
kondisi armada yang suadah tua, maka hanya bisa melayani paling banyak
bisa layani 12 tangki per harinya.
"Memang sejak dua pekan ini, banyak permintaan masyarakat untuk
kebutuhan air bersih. Dan banyak permintaan warga di kawasan Kelurahan
Pasir Pengaraian, Km 6 Desa Sukamaju Kecamatan Rambah hingga kawasan
Kecamatan Rambah Samo. Namun karena kurangnya armada kita, maka baru
bisa melayani 7 tangki hingga paling banyak 12 tangki per armadanya,
itupun bila kondisi mobil saat itu baik,"ungkap Jondri.
Saat ini, pengelolaan air bersih diRokan Hulu dikelola BPAB untuk 3
tempat. Kini memiliki 6 armada pengangkut air bersiih. Seperti di Pasir
Pengaraian memiliki 2 armada tangki, di Dalu-dalu Kecamatan Tambusai 1
unit dan Ujung Batu 2 unit serta di Tandun 1 unit. Untuk 1 tangki air
bersih, berisi 5.000 liter air, dan untuk harga air bersih yang diantar
mulai dari Rp100 ribu hingga Rp150.000.
"Air bersih di kawasan Pasir Pengaraian yang diantar langsung ke rumah
warga dikenakan Rp100 ribu per tangki ukuran 5.000 liter, sedangkan
untuk wilayah Rambah Samo (luar kota) 1 tangkinya seharga Rp150 ribu per
tangki, dan di kawasan Rambah Hilir Rp130 ribu per tangkinya. Biaya
yang dikenakan tersebut, sesuai penetapan tarif dimana uang tersebut
disetorkan ke bendahara di BPAB,"kata Jondri.
Bukan hanya BPAB wilayah Pasir Pengaraian yang banyak menerima
permintaan air bersih, untuk sejumlah wilayah lainnya seperti di
Dalu-dalu, Ujung Batu maupun Tandun, juga terjadi peningkatan permintaan
air bersih.
"Air bersih yang mereka beli, untuk kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK)
saja. Sedangkan, untuk kebutuhan air minum, biasanya warga membeli air
kemasan isi ulang. Dimana air bersih yang kita antar sesuai permintaan,
ditampung warga biasanya di sumur mereka yang kering dan untuk 4 hingga
sepekan kebutuhan MCK, setelah habis mereka biasanya pesan lagi ke
kita,"jelas Kasi Air Bersih dan Sanitasi.**(dhel/vin*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar