Sabtu, 01 Desember 2012

BPAB TRCK Hanya Mampu Layani 7-12 Tangki Per Harinya

RohulNews-(Pasirpengaraian),- Permintaan warga untuk kebutuhan air bersih ke Badan Pengelolaan Air Bersih (BPAB) Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (TRCK) Rokan Hulu (Rohul) sejak terjadinya kemarau dalam dua pekan ini meningkat tajam. Namun, karena di kawasan Pasir Pengaraian hanya memiliki 2 armada truk air, hanya mampu melayani kebutuan 7 hingga 12 tangki air bersih setiap harinya,karena armada per harinya.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Air Bersih dan Sanitasi Dinas TRCK Rokan Hulu, Drs Jondri Alfian didampingi pegawai BPAB Dinas TRCK di Pasir Pengaraian, Hendra, Jumat (8/6/2012) menegaskan, setiap harinya 30 hingga 40 warga yang menelepon meminta diantar air bersih, namun karena kondisi armada yang suadah tua, maka hanya bisa melayani paling banyak bisa layani 12 tangki per harinya.

"Memang sejak dua pekan ini, banyak permintaan masyarakat untuk kebutuhan air bersih. Dan banyak permintaan warga di kawasan Kelurahan Pasir Pengaraian, Km 6 Desa Sukamaju Kecamatan Rambah hingga kawasan Kecamatan Rambah Samo. Namun karena kurangnya armada kita, maka baru bisa melayani 7 tangki hingga paling banyak 12 tangki per armadanya, itupun bila kondisi mobil saat itu baik,"ungkap Jondri.

Saat ini, pengelolaan air bersih diRokan Hulu dikelola BPAB untuk 3 tempat. Kini memiliki 6 armada pengangkut air bersiih. Seperti di Pasir Pengaraian memiliki 2 armada tangki, di Dalu-dalu Kecamatan Tambusai 1 unit dan Ujung Batu 2 unit serta di Tandun 1 unit. Untuk 1 tangki air bersih, berisi 5.000 liter air, dan untuk harga air bersih yang diantar mulai dari Rp100 ribu hingga Rp150.000.

"Air bersih di kawasan Pasir Pengaraian yang diantar langsung ke rumah warga dikenakan Rp100 ribu per tangki ukuran 5.000 liter, sedangkan untuk wilayah Rambah Samo (luar kota) 1 tangkinya seharga Rp150 ribu per tangki, dan di kawasan Rambah Hilir Rp130 ribu per tangkinya. Biaya yang dikenakan tersebut, sesuai penetapan tarif dimana uang tersebut disetorkan ke bendahara di BPAB,"kata Jondri.

Bukan hanya BPAB wilayah Pasir Pengaraian yang banyak menerima permintaan air bersih, untuk sejumlah wilayah lainnya seperti di Dalu-dalu, Ujung Batu maupun Tandun, juga terjadi peningkatan permintaan air bersih.

"Air bersih yang mereka beli, untuk kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK) saja. Sedangkan, untuk kebutuhan air minum, biasanya warga membeli air kemasan isi ulang. Dimana air bersih yang kita antar sesuai permintaan, ditampung warga biasanya di sumur mereka yang kering dan untuk 4 hingga sepekan kebutuhan MCK, setelah habis mereka biasanya pesan lagi ke kita,"jelas Kasi Air Bersih dan Sanitasi.**(dhel/vin*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar