RohulNews-(Pasirpengaraian),-Dalam upaya melestarikan kesenian asli turun temurun di Rokan Hulu (Rohul), group kesenian Gondang Barogong Kalinco Kubu Manggis di Desa Rambah Tengah Utara (RTU) Kecamatan Rambah mengalami kendala. Saat ini pengelola kesenian asli tradisonal terbentur dana untuk membeli peralatan kesenian karena tidak memiliki dana sehingga butuh bantuan Pemkab Rokan Hulu.
Dari pengakuan pengelola group kesenian Gondang barogong Kalinco Kubu Manggis, Amrizal MZ mengatakan, karena tidak memiliki dana peralatan kini memanfaatkan peralatan yang ada saja. Padahal menurutnya, setiap event penting tingkat Kabupaten Rokan Hulu, mereka selalu diundang tampil dan tetap membawa nama Rokan Hulu.
"Kesulitan kita untuk mendapatkan bantuan alat seperti gong, orgen, speaker beserta mixer, dan peralatan lainnya. Sehingga, group kesenian kita ini tidak bisa berkembang. Sementara anggota kita yang mencapai lebih dari 25 orang, 98 persen merupakan pemuda yang kita bina, dan berharap besar Bupati bisa membantu merealsasikannya,"harap Amrizal kepada wartawan, disela-sela latihan bersama groupnya, Selasa (3/7/2012) malam.
Selain kesenian menambuh gondang barogong, Amrizal mengakui, juga megembangkan kesenian tari payung dan tari piring khas Rokan Hulu. Dan musik yang sudah dikembangkannya sejak tahun 2001, bentuk upaya Amrizal melestarikan budaya yang merupakan peninggalan turun temurun keluarganya.
"Ini merupakan warisan yang ditinggalkan dari turun-temurun keluarga. Walaupun kondisi kesulitan dana, saya tetap upayakan bagaimana bisa terus eksis. Hanya saja, walaupun tetap berjalan kegiatan kita namun peralatan yang kita mililiki minim sekali,"ungkapnya.
Amrizal mencontohkan, seperti gong yang saat ini mereka miliki, hanya dibuat dengan plat baja diupahkan di bengkel las dengan dana Rp1,8 juta. Namun, hasil suara gongnya tidak sebaik gong dari kuningan seperti kebanyakan di pulau Jawa. Memang pernah ada bantuan gong dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Rokan Hulu, namun gong tersebut hingga kini tidak bisa dimanfaatkan karena kualitasnya tidak baik.
"Kita sudah berkali-kali melayangkan permintaan bantuan ke Dinas kebudayaan dan pariwisata, namun tidak pernah teralisasi. Kita berharap ke Bapak Bupati Rokan Hulu, kalau bisa untuk prosedur bantuan peralatan kesenian hendaknya lebih diutamakan. Bila saja seluruh peralatan yang ada rusak, maka kita tidak bisa lagi mengembangkan kesenian tersebut, sementara kita terus mencetak generasi muda untuk mengenal dan mencintai kesenian yang hampir punah di negeri seribu suluk ini,"jelas Amrizal. **(dhel/pis*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar