Jumat, 30 November 2012

Curah Hujan Tinggi, Ekonomi Petani Karet Terpuruk

RohulNews-(Pasirpengaraian), Dampak curah hujan yang tinggi dalam tiga pecan terakhir ini, ekonomi petani karet di Rokan Hulu (Rohul) kini mulai terpuruk. Karena, sudah sejak 3 pekan terakhir ini, sejumlah petani tidak bisa menakik (motong) sehingga tidak bisa mengutip hasilnya.

Seperti yang dikeluhkan seorang petani Karet di Desa Pematang Berangan, Amril, Minggu (28/10/2012) mengaku, saat ini dirinya sudah mengutang ke keluarnya, guna menutupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Karena sudah sejak dua minggu terakhir, dirinya tidak bisa menakik kebun karet miliknya, alhasil dirinya tidak bias mendapatkan uang lagi.

"Kondisi cuaca hujan sejak tiga pekan ini, terpaksa kita mencari pinjaman tetangga. Karena, keluarga butuh makan, sementara kita tidak bisa menakik karet. Hal yang sama juga dirasakan rekan-rekan petani lainnya, walaupun ada yang nekat pergi saat hujan, namun tidak ada hasilnya. Karena, saat hujan karet tidak bisa dipotong juga, maka lebih banyak dirumah sejak tiga pekan ini," ungkap Amril.

Juga diakui seorang petani karet lainnya, Zainal, sejak tiga pekan ini dirinya baru dua kali hingga empat kali menakik kebun karetnya. Padahal, bila cuaca normal biasanya dalam sepekan bisa menakik 4 hari. Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, Zainal kini pasrah.

"Mau dibilang apalagi, ini kuasa Tuhan. Walaupun sejak tiga pecan tidak menuai hasil, kita terpaksa menerimanya. Memang kita butuh biaya banyak, selain kebutuhan sehari-hari, setiap pekannya harus mentupi biaya arisan. Untuk makan, apa adanya. Terkadang kita pinjam uang ke keluarga dulu," kata Zainal pasrah.

Bahkan sejak tiga pekan terakhir ini, sejumlah toke yang biasanya membeli karet petani, juga mengeluh. Karena, tidak bisa mendapatkan karet untuk dijual. Apalagi, banyak petani memilih berdiam di rumah, ketimbang ke kebun dengan kondisi curah hujan yang tinggi saat ini.**(ach/pis*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar